Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

Pantun Pagi (5)

Batang kemipi bertumbuh naik Sampai di atas jadi temali Lakukan yang baik dengan baik Atau tidak sama sekali Dari Medan sehari tempuh Sampai juga ke tanah Dairi Mulut besar senjata terampuh Untuk membunuh nurani  sendiri Biarpun waktu sungguh mepet Masih ke kali mencari belut Menyimpan uang dalam dompet Menyimpan diri di dalam mulut Pergi ke ladang memanen kentang Bawa ke pasar Berastagi Melalui pekerjaan rizki 'kan datang Tapi kemalasan mengusirnya pergi Tiap malam kami bermohon Saat kepala sudah di bantal Badai angin kuatkan pohon Badai kehidupan kuatkan mental Gang Olakisat, 19 Mei 2022

Tukang Sampah

Pagi-pagi ia bangun menjemput sampah dari pintu ke pintu. Tanpa absen. Sebab absen berarti kiamat baginya. Sehari tak kerja, sehari itu pun mati tungku. Tak makan. Tak sekolah anak semata wayangnya. Maka sakit yang masih bisa dibawa-bawa tak jadi alasan untuk absen sehari dua hari. Ia,  tak mau absen. Tak mau memperpanjang litani kiamat-kiamat kecil itu. Ia,  tak mau membiarkan sampah mengotori kampung kami, jalanan kami, gang kami, rumah kami, kamar kami, sempa kami, aurat kami. Di sekolah. Anaknya yang semata wayang itu diolok, diejek habis-habisan oleh teman-temannya, hanya karena berayah si tukang sampah tadi. Ia cantik. Tertib, bersih, necis dan api lagi. Tapi hampir semua teman menjauhinya. Bau sampah pada ayahnya, dilekatkan juga pada dia. Dia diam sampai-sampai jadi pendiam, penyendiri. Ketika jam pelajaran tiba, barulah ia bersemangat kembali. Karena semua tugasnya beres dan ini yang menghiburnya sebab para guru menyukai ketekunannya. Di bawah upacara bendera di suatu...

Buku; Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi

                ABANG TUKANG BAKSO                      Dari ladang buat Kirjo Karsinadi Aku tak lagi ke perumahanmu Sejak kucing tetanggamu mati tergilas sepeda motorku dan engkau mengusirku pulang Sepulangku Anak-anak seperumahanmu Mengafani mayat kucing itu dan menguburkannya dengan sembahyangan dan doa duka Selayak mengubur orang sebelum corona melarang kita Kucing di ingatanku masih di situ Di tempat ia tergilas menanti remah bakso jualanku Ngeongnya masih serindu dulu Menantiku Kembali Tapi bagaimana ke situ lagi Sedang lengking usiranmu masih memortal jalanku Kami mati serindu  Disekat portal Dari ladang, 15 Juni 2020 AKU TERGILAS               Kucing di perumahan itu Roda yang berputar cepat  Membawamu ke perumahan Simpang Mayang petang itu Menggilasku ...