Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2022

Abang Tukang Bakso

                        Teruntuk Kirjo Karsinadi Aku tak lagi ke perumahanmu Sejak kucing tetanggamu mati tergilas sepeda motorku dan engkau mengusirku pulang Sepulangku Anak-anak seperumahanmu Mengafani mayat kucing itu dan menguburkannya dengan sembahyangan dan doa duka Selayak mengubur orang sebelum corona melarang kita Kucing di ingatanku masih di situ Di tempat ia tergilas menanti remah bakso jualanku Ngeongnya masih serindu dulu Menantiku Kembali Tapi bagaimana ke situ lagi Sedang lengking usiranmu masih memortal jalanku Kami mati serindu  Disekat portal Dari ladang, 15 Juni 2020

Batu Terbang

  Batu  Terbang Cepat-cepat mencari celah  Tempat bertengger  Bersarang Dengan cakar makarnya Ia mengorek paksa  Membuang habis isi kepala bocah baru belajar Bersarang dia di situ Beranak cucu dia di situ Semua senyap seperti tak tahu  Tapi Setelah lama  Tak tertampung lagi dalam kepala Batu terbang bersama semua anak cucunya Beterbangan keluar Mencari mangsa Di luar Batu terbang patah sayap tertembak pemburu Dor! Batu Jatuh  Terundung  Sayap sendiri Bagaimana berdiri lagi          Perteguhen, 24 Desember 2022 *) Puisi ini dimulai dari PINTU GERAK/ KINESTETIK.

Wajah Penuh Darah

                       <Membaca tragedi anjing kecil 1> Anjing kecil Tergilas mobil  Di tengah jantung kota  Siapa dengar erangannya Siapa paham jeritan tangisnya Anjing kecil Tutupi wajahnya dengan darah Takut dia ditandai bunda  Tambah beban di dada Anjing kecil Tutupi matanya dengan darah Takut lihat iba bunda Wajah penuh darah siapa punya Wajah penuh darah siapa peduli Cuma bunda Menjilat wajah penuh darah Menyatukannya dengan darah sendiri Siapa pernah menceraikan darah dari darah Cuma bunda Mengecup kerning penuh darah Membuka kelopak-kelopaknya Untuk tatapan terakhir yang hidup  di kematian ini Anjing kecil Wajah  Penuh darah Siapa mengenangnya             Gang Olakisat, 23 Desember 2022