Sajak

 Ini makamku

Tak bertutup tak berpeti

Menyimpan-nyibakkan utuh runyam mukaku

Tak berpupur perisai

Sebenang pun


Bagaimana bangkai sembunyikan muka?


Kalau tak sampai tanganmu

menyentuh keningku di hari penghabisanku

Karena tersekat jarak

Nganga makamku kekal menanti 

Hidungmu


Atau engkau pun menjijiki awetan bangkaiku yang ini?


Bunga

yang mengharumi doamu malam-malam

Makan juga dari bangkaiku ini

Tapi tak payah datang

Kalau kau pun jauh

Terlalu


Sajak

Sambung tanganku

Usia suaku-engkau

dan sembah sembahyangku

Memeluk kita


Lobam, 21 Februari 2003


Komentar